Kamis, 20 Agustus 2020

DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

Nama             : Sylvia Angelina Dwi W.

Kelas             : XI MIA 2

No. Absen     : 31


DINAMIKA ROTASI

Suatu benda dapat mengalami gerak translasi atau gerak rotasiGerak translasi adalah gerak benda yang arahnya lurus ataupun melengkung. Pada gerak translasi menggunakan konsep hukum Newton II. Sedangkan gerak rotasi adalah gerak yang mengalami perputaran terhadap poros tertentu. Gerak rotasi ini disebabkan oleh  adanya torsi yaitu kecenderungan sebuah gaya untuk memutar suatu benda tegar terhadap titik poros tertentu. 

Apa saja besaran yang terlibat dalam gerak rotasi?

A. Torsi (Momen Gaya)

Gerak pada rotasi mengalami suatu torsi. Torsi adalah ukuran kecenderungan sebuah gaya untuk memutar suatu benda tergar terhadap titik poros tertentu. Rumusan Torsi/momen gaya adalah sebagai berikut: 

Pengertian Torsi dan Leverage | OTOPOS.NET

Jika gaya yang bekerja pada lengan gaya tidak tegak lurus, maka besar torsinya adalah :

\tau = r \times F \times \sin \theta

rumus torsi

Contoh soal : 

Gambar berikut adalah sebuah batang yang ditarik dengan gaya. Momen gaya terhadap titik O adalah . . . .

a. 75 N

b. 50 N

c. 100 √3 N

d. 100 N

e. 250 √3 N

Pembahasan 

τ = F . R . sin Ө = 50 . 10 . sin 60 

τ = 500 . ½ √3 = 250 √3 m.N


B. Momen Inersia

Konsep momen inersia pertama kali diberikan oleh Leonhard Euler. Momen inersia adalah kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan keadaan putarnya baik tetap diam atau tetap bergerak memutar. Contohnya ketika memutar sebuah kelereng mulanya kita melihat kelereng berputar begitu cepat dan lama kelamaan akan berhenti bergerak dan diam.

Momen inersia titik partikel

Benda bermassa m yang memiliki titik putar dengan jarak r, rumus momen inersianya dinyatakan sebagai berikut.

Di mana 

I = momen inersia (kg m2)

m = massa benda (kg)

r   = jari-jari benda (m)

Momen inersia juga menjelaskan untuk sistem partikel berjumlah banyak yang mana merupakan jumlah dari momen inersia masing-masing komponen sistem partikel.

rumus momen inersia lengkap

Secara metematis apabila diuraikan sebagai berikut

rumus momen inersia dalam bentuk penjumlahan

Tiap benda memiliki nilai momen inersianya masing-masing, berikut adalah nilai dari momen inersia yang sering dipakai dalam masalah kesetimbangan benda tegar :

Rumus momen inersia

Contoh soal 

Batang pejal bermassa 2 kg dan panjang batang pejal adalah 2 meter. Tentukan momeninersia batang jika sumbu rotasi terletak di tengah batang!

Pembahasan:

Momen inersia batang pejal, sumbu rotasi terletak pada tengah batang

C. Momentum Sudut
Momentum sudut merupakan besaran vektor. Momentum sudut didefinisikan sebagai hasil perkalian silang antara vektor r dan momentum linearnya. Arah momentum sudut dari suatu benda yang berotasi dapat ditentukan dengan kaidah putaran sekrup atau dengan aturan tangan kanan. Jika keempat jari menyatakan arah gerak rotasi, maka ibu jari menyatakan arah momentum sudut. Pada gerak translasi benda memiliki momentum linier sedangkan pada gerak rotasi ada momentum sudut.
Momentum Sudut,arah Momentum Sudut
Untuk benda yang berotasi di sekitar sumbu yang tetap, besarnya momentum sudut dinyatakan :

L = I. ω

dengan:

L = momentum sudut (kgm2/s)
I = momen inersia (kgm2)
ω = kecepatan sudut (rad/s)

Jika benda bermassa m bergerak rotasi pada jarak r dari sumbu rotasi dengan kecepatan linier v, maka persamaan dapat dinyatakan sebagai berikut :

L = I . ω

Karena I = m . r2 dan ω = \frac{v}{r} , maka :


L = m . r2\frac{v}{r}
L = m . r . v

Contoh soal :

Benda bermassa 1 kg bergerak melingkar dengan kecepatan sudut tetap 2 rad/s. Tentukan momentum sudut jika jari-jari lintasan partikel 10 cm.
Pembahasan
Diketahui :
Massa benda (m) = 1 kilogram
Jari-jari bola pejal (r) = 10 cm = 10/100 = 0,1 meter
Kecepatan sudut (ω) = 2 radian/sekon
Ditanya : Momentum sudut
Jawab :
Rumus momen inersia partikel :
I = m r2 = (1)(0,1)2 = (1)(0,01) = 0,01 kg m2

Momentum sudut :
L = I ω = (0,01)(2) = 0,02 kg m2/s


KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

Benda tegar adalah suatu benda yang bentuknya tidak berubah saat diberi gaya dari luar. Benda dianggap sebagai suatu titik materi yang ukurannya bisa diabaikan. Hal itu berlaku jika benda dimasukkan dalam sistem partikel. Itulah mengapa, semua gaya yang bekerja pada benda tersebut hanya dianggap bekerja pada titik materi yang menyebabkan terjadinya gerak translasi (∑F = 0)

Keseimbangan benda tegar adalah kondisi di mana momentum suatu benda bernilai nol. Artinya, jika awalnya suatu benda diam, benda tersebut akan cenderung untuk diam.

Jika ditinjau dari sistem partikel, syarat keseimbangan yang berlaku pada benda hanya syarat keseimbangan translasi. Hal itu berbeda dengan syarat keseimbangan benda tegar.

Syarat Kesetimbangan Benda Tegar

Syarat keseimbangan yang berlaku pada benda tegar adalah syarat keseimbangan translasi dan rotasi. Adapun syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut.

- Macam-macam Keseimbangan Benda Tegar

Berdasarkan kemampuan benda untuk kembali ke posisi semula, keseimbangan benda tegar dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1. Keseimbangan stabil (mantap)

Keseimbangan stabil adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke posisi semula saat benda diberi gangguan. Gangguan tersebut mengakibatkan posisi benda berubah (pusat gravitasi O naik). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.

2. Keseimbangan labil (goyah)

Keseimbangan labil terjadi jika benda tidak bisa kembali ke posisi semula saat gangguan pada benda dihilangkan. Gangguan yang diberikan menyebabkan posisi benda berubah (pusat gravitasi O turun). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.

3. Keseimbangan netral (indeferen)

Keseimbangan netral terjadi jika benda mendapatkan gangguan di mana pusat gravitasi O pada benda tidak naik atau tidak turun. Akan tetapi, benda berada di posisinya yang baru. Perhatikan gambar berikut.

Benda yang berada dalam keseimbangan stabil bisa mengalami gerak menggeser (translasi) atau mengguling (rotasi) saat diberi gaya dari luar. Apa sih syarat benda dikatakan mengalami translasi atau rotasi?

- Titik Berat

Pada prinsipnya, sebuah benda terdiri dari banyak partikel di mana setiap partikel memiliki berat. Resultan seluruh berat partikel di dalam benda disebut sebagai berat benda. Berat benda bekerja melalui satu titik tunggal yang disebut titik berat (titik gravitasi). Untuk benda yang ukurannya tidak terlalu besar, titik berat hampir berimpit dengan pusat massanya. Perhatikan ilustrasi berikut.

Adapun koordinat titik beratnya (w) dirumuskan sebagai berikut.

1. Titik berat benda berdimensi satu

Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.

Untuk benda homogen berbentuk garis, titik beratnya bisa dilihat di tabel berikut.

2. Titik berat benda berdimensi dua (luas)

Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.

Untuk benda homogen berbentuk bidang, titik beratnya bisa dilihat di tabel berikut.

3. Titik berat benda berdimensi tiga (volume)

Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.

Untuk benda homogen berbentuk ruang, titik beratnya bisa dilihat di tabel berikut.

Contoh soal 

Pada sistem kesetimbangan benda seperti pada gambar di samping, panjang AB = 80 cm, AC = 60 cm,  dan berat 18 N. Jika ujung batang digantungkan beban 3 N, maka  tegangan pada tali adalah ...
a. 20 N
b. 48 N
c. 50 N
d. 65 N
e. 80 N
jawab: D
Pembahasan 
Στ = 0
T . Sin θ .r = Wbatang. r + Wbeban . r
T . 0,6 . 0,8 = 18 . 0,4 + 30 . 0,8
T . 0, 48 = 31,2
T = 65


DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

Nama                : Sylvia Angelina Dwi W. Kelas                : XI MIA 2 No. Absen      : 31 DINAMIKA ROTASI Suatu benda dapat mengalami...